Rabu, 26 Juni 2013

LATAR BELAKANG

Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang terhadap nilai nilai kearifan sebuah budaya yang ada di spot pengarang berada. Sastra sebagai karya fiksi memiliki pemahaman yang lebih mendalam, bukan hanya sekadar cerita khayal atau angan dari pengarang saja, melainkan wujud dari kreativitas pengarang dalam menggali dan mengolah gagasan yang ada dalam pikirannya.
Salah satu bentuk karya sastra yang ada adalah novel. Novel adalah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya. Unsur – unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa – peristiwa di dalamnya, sehingga nampak seperti sungguh ada dan terjadi.
Pada novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu ini pembaca disuguhkan berbagai macam cerita. Mulai dari cerita kehidupan keseharian Nayla, cerita cinta, dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Sehingga membuat pembaca selalu ingin mengetahui bagaimana akhir ceritanya. Pencerita sebagai tokoh “Nayla” merupakan tokoh utama dan yang paling menonjol dalam novel ini. Dalam penceritaan novel “Nayla” ini dapat diambil keterkaitan antara tokoh, alur, dan latar yang membentuk keterpaduan isi cerita dalam novel. Dari penceritaan pemikiran tokoh “Nayla” disetiap alurnya dapat membuat pembaca mengimajinasikan sebagai tokoh “ Nayla”, dan dalam novel ini pembaca dapat memasuki kehidupan yang dialami tokoh “Nayla”.
Novel Nayla ini bertemakan tentang cinta yang terdistorsi antara manusia dalam setiap wujud relasinya antara sesama, antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dan anakb. Beberapa tokoh didalam cerita ini antara lain: Nayla, Juli, Ayah dan Ibu Ratu, Ibu, dan Ben. Pembaca mengemukakan bahwa novel Nayla begitu khas dengan cerita-cerita Djenar Maesa Ayu mengangkat Nayla sebagai tokoh utamanya. Seorang perempuan yang mengalami perlakuan keras dari ibunya, pelecehan seksual, perkosaan, kriminalitas, dunia diskotek, broken home, suka mabuk, lesbian, biseks, dan hidup terlunta-lunta mencari cinta. Pengarang dalam novel ini menggunakan bahasa yang vulgar. Secara garis besar, novel ini menarik untuk dibaca layak dikoleksi.

Sedangkan dalam cerpen yang berjudul Jangan Main – Main (dengan kelaminmu), pengarang menyuguhkan satu cerita tentang perselingkuhan suami. Itu memang hal yang biasa, namun pengarang menyajikan dengan sangat unik melaui berbagai macam sudut pandang. Sehingga pembaca bisa menjadi seseorang yang berbeda didalam satu cerita dan merasakan apa yang para tokoh yang semuanya dijadikan sudut pandang pengarang. Perselingkuhan memang hal yang sangat menyakitkan, namun setelah membaca cerpen tersebut, kita tahu alasan mengapa adanya perselingkuhan. Entah itu karena “penyakit” yang sudah menjadi kebiasaan atau pun karena sang istri tidak bisa menjaga penampilannya agar suami merasa nyaman.
Dalam kumpulan cerpen Jangan main – main dengan alat (kelaminmu), Djenar menyajikan sebuah dunia yang dipenuhi karakter manusia yang terluka, oleh norma masyarakat, dan pengkhianatan. Amanat yang terkandung dalam kumpulan cerpen ini diantaranya adalah :
1.      Hati – hatilah dalam bermain dengan kelamin! Kalau tidak ingin mengatakan jangan main – main dengan kelamin!
2.      Suatu pelajaran hidup bahwa jika kita mencintai seseorang jangan melihat dari fisik, karena keindahan fisik akan berubah.
3.      Sebagai seorang istri haruslah pintar – pintar merawat diri agar suami betah dirumah dan tidak selingkuh.
Dalam  novel Nayla dan  jangan main – main dengan alat (kelaminmu)   keduanya mengandung keistimewaan yang terletak pada  fakta kemanusiaan  yang terkandung di dalamnya. Hal lain yang mendukung penulis tertarik adalah pengungkapan bahasanya yang berani (dalam mengangkat ketabuan), akan tetapi dikemas dalam bentuk yang unik. Oleh sebab itu, penulis memilih dua novel tersebut untuk dikaji lebih dalam mengenai sastra bandingan yang terkandung di dalamnya.






NAYLA


Judul                : Nayla
Pengarang       : Djenar Maesa Ayu
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Tebit       : Jakarta
Tahun Terbit    : 2006
Halaman          : 180 Halaman





Sinopsis Nayla

Sejak berumur 2 tahun ayah dan ibunya bercerai. Kemudian nayla dibesarkan oleh ibunya. Cara mendidik ibunya sangat keras dan kejam. Nayla dilarang untuk mencari tahu siapa ayahnya. Namun diam-diam dia menyelidiki dan mencari tahu sendiri siapa ayahnya. Pada suatu hari dia bertemu dengan ayahnya yang sudah beristr lagi. Sejak itu, Nayla sering ke tempat ayahnya. Perbuatan ini pun diketahui oleh ibu. Akhirnya ibu marah besar dan mengusir nayla, Namun pertemuan Nayla dengan ayahnya hanya sebentar. Ayahnya meninggal dunia.
Sejak kematian ayahnya nayla sedikit mengalami perubahan. Ia sedikit frustasi dan kecewa, seperti membolos dan ketawa ketawa sendiri. Dan akhirnya nayla dituduh pengguna narkoba, dengan akal licik ibu tirinya meminta izin kepada ibu kandungnya, Nayla akal licik ibu tirinya dan meminta izin dengan ibu kandungnya, Nayla dijebloskan ke rumah Perawatan Anak dijebloskan ke rumah Perawatan  Anak Nakal dan Narkotika. Setelah dimasukkan situ Nayla tidak tahan dan usaha keras ia bisa kabur dari tempat itu bersama teman temanya. Nayla tidak pulang ke rumah tetapi dia numpang dirumah temanya. Dia mulai belajar hidup mandiri. Ia mulai bekerja apa saja seperti merampok dan mencuri. Akhirnya ia dan teman-temanya ditangkap polisi.
Hidup nayla tidak tentu arah. Ia hidup diterminal dan juga di pinggir jalanan. Ia melamar pekerjaan dan diterima sebagai pinata lampu disebuah nite club atau discotek. Ia mulai belajar hidup mandiri. Menyewa rumah sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari hari.
Di discotek dia mulai bebas  mulai mengenal minum-minuman keras dan rokok. Hidupnya semakin bebas, mulai dari cara berpakaian, berdandan dan bergaul. Berbagai konfik muncul pada dirinya, seperti pasca ia putus dengan pacarnya, berpisah dengan ibunya, teman wanitanya, sampai ia berubah profesi menjadi penulis. Didalam diri tokoh kadang kadang tumbuh presepsi negative tentang makna kehidupan. Berkat kegigihanya , akhirnya Nayla sukses menjadi seorang pengarang.



UNSUR INSTRINSIK
Unsur unsur instrinsik yang terdapat didalam novel ini antara lain meliputi Tema ,alur, sudut pandang, setting yang meliputi tempat ,suasana dan waktu. Serta tokoh tokohnya yang terdapat dalam novel tersebut. Serta amanat. Tema yang ada dinovel ini adalah kerasnya dalam menghadapi hidup . Alur yang digunakan adalah alur maju namun dalam cerita banyak flashbacknya tetapi dalam cerita ini dimulai ketika nayla masih kecil hingga berhasil menjadi seorang pengarang. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ke tiga. Setting yaitu meliputi tempat  Rumah nayla, Rumah ibu tirinya, Rumah keperawatan anak     nakal dan narkotika , Diskotek , kamar kos , polsek ,Terminal. Suasana yang terdapat didalam dalam novel tersebut  Menegangkan, menakutkan, Terharu, Sepi Sunyi. Dan waktu yang terdapat dalam cerita tersebut siang hari dan malam hari. Yang ke lima yaitu tokoh, tokoh  serta karakter yang terdapat dalam novel tersebut antara lain  :  Nayla  = -  “Pemalas “ dibuktikan di hal 2 * kenapa ibu tidak bisa berfikir bahwa tak aka nada satu orang anak pun yang memilih ditusukki vaginanya dengan peniti hanya karena ingin mempertahankan rasa malas.
- “Kuat”dibuktikan di hal 139 *Saya tahu persis nayla , saya yang ngurus dia mulai bayi merah sampai besar.dia bukan orang gila, mentalnya kuat.
-“Egois”dibuktikan di hal 154 *Naylaa..nayla km benar-benar gak punya perasaan ya??kamu Cuma mau tau perasaanmu sendiri.
Ibu = -“penyayang”dibuktikan dihal155 *Bukanya aku tidak rindu nayla, bukanya aku tega.aku ingin kamu belajar hidup.
                        -“keras,kejam”dibuktikan di hal 1 *itu pun harus dengan cara  ditampar ibu terlebih dahulu.
Ayah= -“keras kepala” dibuktikan di hal 132 *harusnya banyak istirahat , tapi beliau memang keras  kepala.
Ibu ratu : baik hanya saat bapak nya nayla masih hidup, ketika udah meninggal jahat dan kejam.
Om Indra :”licik” dibuktikan dihal 108 *om indra meremas remas  payudaranya  yang belum tumbuh
.Ben=”pemaaf’ dibuktikan di hal 148 *kamu marah besar kalau aku jalan sama sicantik,sementara kamu sudah berulang kali jalan dengan laki laki lain. Tapi aku maafin!
Juli= - “penasaran” dibuktikan dihal 63 *siapakah nayla sebenarnya?apa yang terjadi dibalik kisah hidupnya
Keunggulan dan Kelemahanya antara lain Dilihat dari ilustrasi sampul, menarik dan juga judulnya. Bukunya bagus. Isi dari cerita novel juga bagus. Serta berakhir dengan happy ending. Di dalam cerita terdapat nilai – nilai religious, nilai moral, nilai esteis dan social . Serta kelemahan Dalam novel ini pembaca sedikit sulit memahami penyampaian pengarang  didalam cerita novel, karena di dalam cerita banyak flashbacknya.
Kesimpulan dari semua isi buku tersebut adalah  Nayla sebagai peran yang paling menonjol, Nayla yang pemalas , lesbian,  yang  sering mengompol, dan ibunya yang sangat keras dalam mendidiknya, serta disiplin sekali.  tetapi dia kuat,  peran yang dlakukanya yaitu mematuhi orang tua , memunculkan sisi kuat dalam dirinya dengan harapan agar menutupi kelemahanya , dan tidak ingin dikatakan sebagai perempuan lemah.  Dan juga nayla sebagai penulis novel , dia ingin membuktikan kepada ibunya bahwa penulis perempuan tidak kalah hebat degan laki-laki. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya adalah nilai religious, nilai moral, nilai esteis dan social.

UNSUR INSTRINSIK JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KELAMINMU

Dalam novel ini pembaca disuguhkan cerita tentang konflik batin antara suami dan istri yang sudah bosan menjalani kehidupan rumah tangganya karena istri sudah berubah tidak sesegar dulu lagi, sehingga suami merasa jenuh dalam keadaan tersebut, akhirnya suami pun berselingkuh dengan perempuan lain. Padahal Istri sudah berupaya untuk tetap merawat kebugarannya dengan melakukan senam dan fitness. Pada akhir cerita ini suami ditinggalkan oleh Istri dan Selingkuhannya.
Seperti kata kata berikut  “Saya hanya main-main, Ma… saya cinta kamu. Beri kesempatan saya untuk memperbaiki kesalahan saya.”

“Saya sering katakan, jangan main api nanti terbakar.”
“Saya tidak main-main. I’m leaving you…”
“Saya tidak main-main. I’m leaving you…”

Unsur unsure instrinsik yang terdapat didalam novel ini antara lain meliputi Tema ,alur, sudut pandang, setting yang meliputi tempat ,suasana dan waktu. Serta tokoh tokohnya yang terdapat dalam novel tersebut. Serta amanat. Tema yang ada dinovel ini adalah Perselingkuhan  akibat kurang puas, Alur yang digunakan yaitu alur maju, dan sudut pandang yaitu orang pertama dan orang ke tiga.yang ke tiga adalah setting yang meliputi tempat yaitu di Tempat tidur, Di rumah dikantor. Suasana yang terdapat di cerita tersebut adalah kecewa , senang, sedih , dan gelisah. Waktu yang digunakan dalam setting yaitu Siang hari dan malam hari. Tokoh tokoh yang terdapat dalam novel tersebut adalah Suami , sahabat suami, istri, pacar/ selingkuhan. Amanat yang dapat disampaikan adalah hati-hatilah dalam bermain dengan kelamin! kalau tidak ingin mengatakan jangan main-main dengan kelamin dan juga sebagai seorang istri haruslah pandai-pandai menjaga atau merawat diri agar suami betah dan tidak selingkuh.
Kelebihan  dan kelemahanya yaitu  Ceritanya sangat bagus dan menarik , di dalamnya terdapat nilai moral, yaitu bagi para istri dan suami  harus lebih hati hati, terutama istri harus benar benar menjaga suami agar tidak ke pelukan orang lain. Kelemahan Banyak kata kata yang diulang ulang, sehingga pembaca jenuh, dan juga bolak balik alur.
Kesimpulan Konflik antara suami istri yang sudah bosan berumah tangga , karena istri sudah berubah tidak sesegar dan sebugar seperti dahulu, sehingga suami merasa jenuh dengan keadaan itu. Sehingga suami selingkuh dengan wanita lain. Padahal istri berusaha menjaga merawat dan berusaha agar suami tetap sayang dan cinta, dan tidak selingkuh sampai rela ikut fitness / senam. Dan akhirnya suami di tinggalkan oleh istri dan selingkuhanya.