LATAR BELAKANG
Sastra merupakan wujud gagasan seseorang melalui
pandangan terhadap lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan
menggunakan bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil perenungan pengarang
terhadap nilai nilai kearifan sebuah budaya yang ada di spot pengarang berada. Sastra sebagai karya fiksi memiliki
pemahaman yang lebih mendalam, bukan hanya sekadar cerita khayal atau angan
dari pengarang saja, melainkan wujud dari kreativitas pengarang dalam menggali
dan mengolah gagasan yang ada dalam pikirannya.
Salah satu bentuk karya sastra yang ada adalah novel.
Novel adalah karya fiksi yang dibangun melalui berbagai unsur intrinsiknya.
Unsur – unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan
dunia yang nyata lengkap dengan peristiwa – peristiwa di dalamnya, sehingga
nampak seperti sungguh ada dan terjadi.
Pada novel “Nayla” karya Djenar Maesa Ayu ini pembaca
disuguhkan berbagai macam cerita. Mulai dari cerita kehidupan keseharian Nayla,
cerita cinta, dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Sehingga
membuat pembaca selalu ingin mengetahui bagaimana akhir ceritanya. Pencerita
sebagai tokoh “Nayla” merupakan tokoh utama dan yang paling menonjol dalam
novel ini. Dalam penceritaan novel “Nayla” ini dapat diambil keterkaitan antara
tokoh, alur, dan latar yang membentuk keterpaduan isi cerita dalam novel. Dari
penceritaan pemikiran tokoh “Nayla” disetiap alurnya dapat membuat pembaca
mengimajinasikan sebagai tokoh “ Nayla”, dan dalam novel ini pembaca dapat
memasuki kehidupan yang dialami tokoh “Nayla”.
Novel Nayla ini
bertemakan tentang cinta yang terdistorsi antara manusia dalam setiap wujud
relasinya antara sesama, antara laki-laki dan perempuan, antara ibu dan anakb.
Beberapa tokoh didalam cerita ini antara lain: Nayla, Juli, Ayah dan Ibu Ratu, Ibu, dan Ben. Pembaca mengemukakan
bahwa novel Nayla begitu khas dengan
cerita-cerita Djenar Maesa Ayu mengangkat Nayla sebagai tokoh utamanya. Seorang
perempuan yang mengalami perlakuan keras dari ibunya, pelecehan seksual, perkosaan,
kriminalitas, dunia diskotek, broken home, suka mabuk, lesbian, biseks, dan
hidup terlunta-lunta mencari cinta. Pengarang dalam novel ini menggunakan
bahasa yang vulgar. Secara garis besar, novel ini menarik untuk dibaca layak
dikoleksi.
Sedangkan dalam cerpen yang berjudul Jangan Main – Main (dengan kelaminmu), pengarang
menyuguhkan satu cerita tentang perselingkuhan suami. Itu memang hal yang
biasa, namun pengarang menyajikan dengan sangat unik melaui berbagai macam
sudut pandang. Sehingga pembaca bisa menjadi seseorang yang berbeda didalam
satu cerita dan merasakan apa yang para tokoh yang semuanya dijadikan sudut
pandang pengarang. Perselingkuhan memang hal yang sangat menyakitkan, namun
setelah membaca cerpen tersebut, kita tahu alasan mengapa adanya
perselingkuhan. Entah itu karena “penyakit” yang sudah menjadi kebiasaan atau
pun karena sang istri tidak bisa menjaga penampilannya agar suami merasa
nyaman.
Dalam kumpulan cerpen Jangan
main – main dengan alat (kelaminmu), Djenar menyajikan sebuah dunia yang
dipenuhi karakter manusia yang terluka, oleh norma masyarakat, dan
pengkhianatan. Amanat yang terkandung dalam kumpulan cerpen ini diantaranya
adalah :
1. Hati – hatilah dalam bermain dengan
kelamin! Kalau tidak ingin mengatakan jangan main – main dengan kelamin!
2. Suatu pelajaran hidup bahwa jika kita
mencintai seseorang jangan melihat dari fisik, karena keindahan fisik akan
berubah.
3. Sebagai seorang istri haruslah pintar –
pintar merawat diri agar suami betah dirumah dan tidak selingkuh.
Dalam novel Nayla dan jangan
main – main dengan alat (kelaminmu) keduanya mengandung keistimewaan yang terletak
pada fakta kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Hal lain yang
mendukung penulis tertarik adalah pengungkapan bahasanya yang berani (dalam mengangkat
ketabuan), akan tetapi dikemas dalam bentuk yang unik. Oleh sebab itu, penulis
memilih dua novel tersebut untuk dikaji lebih dalam mengenai sastra bandingan
yang terkandung di dalamnya.
Judul
: Nayla
Pengarang
: Djenar Maesa Ayu
Penerbit
: PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Tebit : Jakarta
Tahun Terbit : 2006
Halaman
: 180 Halaman
Sinopsis Nayla
Sejak berumur 2 tahun ayah dan ibunya bercerai. Kemudian nayla
dibesarkan oleh ibunya. Cara mendidik ibunya sangat
keras dan kejam. Nayla dilarang untuk mencari
tahu siapa ayahnya. Namun diam-diam dia menyelidiki dan mencari tahu sendiri
siapa ayahnya. Pada suatu hari dia bertemu dengan ayahnya yang
sudah beristr lagi. Sejak itu, Nayla sering
ke
tempat ayahnya. Perbuatan ini pun diketahui oleh ibu.
Akhirnya
ibu marah besar dan mengusir nayla, Namun pertemuan Nayla dengan
ayahnya hanya sebentar. Ayahnya meninggal dunia.
Sejak kematian ayahnya nayla sedikit mengalami perubahan. Ia sedikit
frustasi dan kecewa, seperti membolos dan ketawa ketawa sendiri.
Dan
akhirnya nayla dituduh pengguna narkoba, dengan akal licik ibu tirinya meminta
izin kepada ibu kandungnya, Nayla akal licik ibu tirinya dan
meminta izin dengan ibu kandungnya, Nayla dijebloskan ke rumah Perawatan Anak dijebloskan ke
rumah Perawatan Anak Nakal dan
Narkotika. Setelah dimasukkan situ Nayla tidak tahan dan usaha keras ia bisa
kabur dari tempat itu bersama teman temanya. Nayla tidak pulang ke rumah tetapi
dia numpang dirumah temanya. Dia mulai belajar hidup mandiri. Ia mulai bekerja
apa saja seperti merampok dan mencuri. Akhirnya ia dan teman-temanya ditangkap
polisi.
Hidup nayla tidak tentu arah. Ia hidup diterminal dan juga
di pinggir jalanan. Ia melamar pekerjaan dan diterima sebagai pinata lampu
disebuah nite club atau discotek. Ia mulai belajar hidup mandiri. Menyewa rumah
sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari hari.
Di discotek dia mulai bebas mulai mengenal minum-minuman keras dan rokok.
Hidupnya
semakin bebas, mulai dari cara berpakaian, berdandan dan
bergaul. Berbagai konfik muncul pada dirinya, seperti pasca
ia putus dengan pacarnya, berpisah dengan ibunya, teman wanitanya, sampai ia
berubah profesi menjadi penulis. Didalam diri tokoh kadang kadang tumbuh
presepsi negative tentang makna kehidupan. Berkat kegigihanya , akhirnya Nayla
sukses menjadi seorang pengarang.
UNSUR INSTRINSIK
Unsur unsur instrinsik yang terdapat didalam novel ini
antara lain meliputi Tema ,alur, sudut pandang, setting yang meliputi tempat
,suasana dan waktu. Serta tokoh tokohnya yang terdapat dalam novel tersebut.
Serta amanat. Tema yang ada dinovel ini adalah kerasnya dalam menghadapi hidup
. Alur yang digunakan adalah alur maju namun dalam cerita banyak flashbacknya
tetapi dalam cerita ini dimulai ketika nayla masih kecil hingga berhasil
menjadi seorang pengarang. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ke tiga.
Setting yaitu meliputi tempat Rumah
nayla, Rumah ibu tirinya, Rumah keperawatan anak nakal dan narkotika , Diskotek , kamar kos
, polsek ,Terminal. Suasana yang terdapat didalam dalam novel tersebut Menegangkan, menakutkan, Terharu, Sepi Sunyi.
Dan waktu yang terdapat dalam cerita tersebut siang hari dan malam hari. Yang
ke lima yaitu tokoh, tokoh serta
karakter yang terdapat dalam novel tersebut antara lain :
Nayla = - “Pemalas “ dibuktikan di hal 2 * kenapa ibu
tidak bisa berfikir bahwa tak aka nada satu orang anak pun yang memilih
ditusukki vaginanya dengan peniti hanya karena ingin mempertahankan rasa malas.
- “Kuat”dibuktikan
di hal 139 *Saya tahu persis nayla , saya yang ngurus dia mulai bayi merah
sampai besar.dia bukan orang gila, mentalnya kuat.
-“Egois”dibuktikan
di hal 154 *Naylaa..nayla km benar-benar gak punya perasaan ya??kamu Cuma mau
tau perasaanmu sendiri.
Ibu = -“penyayang”dibuktikan
dihal155 *Bukanya aku tidak rindu nayla, bukanya aku tega.aku ingin kamu
belajar hidup.
-“keras,kejam”dibuktikan
di hal 1 *itu pun harus dengan cara
ditampar ibu terlebih dahulu.
Ayah= -“keras
kepala” dibuktikan di hal 132 *harusnya banyak istirahat , tapi beliau memang
keras kepala.
Ibu ratu : baik
hanya saat bapak nya nayla masih hidup, ketika udah meninggal jahat dan kejam.
Om Indra :”licik”
dibuktikan dihal 108 *om indra meremas remas
payudaranya yang belum tumbuh
.Ben=”pemaaf’
dibuktikan di hal 148 *kamu marah besar kalau aku jalan sama sicantik,sementara
kamu sudah berulang kali jalan dengan laki laki lain. Tapi aku maafin!
Juli= -
“penasaran” dibuktikan dihal 63 *siapakah nayla sebenarnya?apa yang terjadi
dibalik kisah hidupnya
Keunggulan dan Kelemahanya
antara lain Dilihat dari ilustrasi sampul, menarik dan juga judulnya. Bukunya
bagus. Isi dari cerita novel juga bagus. Serta berakhir dengan happy ending. Di
dalam cerita terdapat nilai – nilai religious, nilai moral, nilai esteis dan
social . Serta kelemahan Dalam novel ini pembaca sedikit sulit memahami
penyampaian pengarang didalam cerita
novel, karena di dalam cerita banyak flashbacknya.
Kesimpulan dari semua isi
buku tersebut adalah Nayla sebagai peran
yang paling menonjol, Nayla yang pemalas , lesbian, yang
sering mengompol, dan ibunya yang sangat keras dalam mendidiknya, serta
disiplin sekali. tetapi dia kuat, peran yang dlakukanya yaitu mematuhi orang
tua , memunculkan sisi kuat dalam dirinya dengan harapan agar menutupi
kelemahanya , dan tidak ingin dikatakan sebagai perempuan lemah. Dan juga nayla sebagai penulis novel , dia
ingin membuktikan kepada ibunya bahwa penulis perempuan tidak kalah hebat degan
laki-laki. Nilai nilai yang terkandung di dalamnya adalah nilai religious,
nilai moral, nilai esteis dan social.
UNSUR INSTRINSIK JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KELAMINMU
Dalam novel ini pembaca disuguhkan cerita
tentang konflik batin antara suami dan istri yang sudah bosan menjalani
kehidupan rumah tangganya karena istri sudah berubah tidak sesegar dulu lagi,
sehingga suami merasa jenuh dalam keadaan tersebut, akhirnya suami pun
berselingkuh dengan perempuan lain. Padahal Istri sudah berupaya untuk tetap
merawat kebugarannya dengan melakukan senam dan fitness. Pada akhir
cerita ini suami ditinggalkan oleh Istri dan Selingkuhannya.
Seperti kata kata berikut “Saya hanya main-main, Ma… saya cinta
kamu. Beri kesempatan saya untuk memperbaiki kesalahan saya.”
“Saya sering katakan, jangan main api
nanti terbakar.”
“Saya tidak main-main. I’m leaving you…”
“Saya tidak main-main. I’m leaving you…”
Unsur unsure instrinsik yang terdapat didalam novel ini antara lain
meliputi Tema ,alur, sudut pandang, setting yang meliputi tempat ,suasana dan
waktu. Serta tokoh tokohnya yang terdapat dalam novel tersebut. Serta amanat.
Tema yang ada dinovel ini adalah Perselingkuhan
akibat kurang puas, Alur yang digunakan yaitu alur maju, dan sudut
pandang yaitu orang pertama dan orang ke tiga.yang ke tiga adalah setting yang
meliputi tempat yaitu di Tempat tidur, Di rumah dikantor. Suasana yang terdapat
di cerita tersebut adalah kecewa , senang, sedih , dan gelisah. Waktu yang
digunakan dalam setting yaitu Siang hari dan malam hari. Tokoh tokoh yang
terdapat dalam novel tersebut adalah Suami , sahabat suami, istri, pacar/
selingkuhan. Amanat yang dapat disampaikan adalah hati-hatilah dalam bermain dengan kelamin! kalau
tidak ingin mengatakan jangan main-main dengan kelamin dan juga sebagai seorang
istri haruslah pandai-pandai menjaga atau merawat diri agar suami betah dan
tidak selingkuh.
Kelebihan dan kelemahanya
yaitu Ceritanya sangat bagus dan menarik
, di dalamnya terdapat nilai moral, yaitu bagi para istri dan suami harus lebih hati hati, terutama istri harus
benar benar menjaga suami agar tidak ke pelukan orang lain. Kelemahan
Banyak kata kata yang diulang ulang, sehingga pembaca jenuh, dan juga bolak
balik alur.
Kesimpulan Konflik antara suami istri yang sudah bosan berumah tangga , karena
istri sudah berubah tidak sesegar dan sebugar seperti dahulu, sehingga suami
merasa jenuh dengan keadaan itu. Sehingga suami selingkuh dengan wanita lain.
Padahal istri berusaha menjaga merawat dan berusaha agar suami tetap sayang dan
cinta, dan tidak selingkuh sampai rela ikut fitness / senam. Dan akhirnya suami
di tinggalkan oleh istri dan selingkuhanya.
